ICT

Ini adalah Video Pembelajaran IPS kelas 1 SD semester 2, untuk
SK : Mendiskripsikann Lingkungan Rumah
KD : Menjelaskan Lingkungan Sehat dan Perilaku dalam Menjaga Kebersihan Rumah

Akibat Malas Minum Air Putih

Tidak sedikit orang yang malas minum air putih terlebih di ruangan atau tempat dingin dikarenakan jadi tidak haus. baiknya janganlah turuti perasaan malas minum air putih dikarenakan tubuh yang dapat menanggung mengakibatkan. Air yaitu komponen terbesar didalam tubuh manusia. kandungannya beragam cocok umur. kandungan air pada bayi 80 %, orang dewasa sebesar 60 % serta pada umur lanjut atau diatas 65 th. sebesar 50 %. Air juga adalah zat gizi mutlak untuk kesehatan tubuh dikarenakan bertindak sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh dan penyedia mineral serta elektrolit.

Banyaknya air yang diperlukan seseorang berlainan bergantung pada ukuran tubuh orang tersebut serta apa yang dikira cocok untuk tubuhnya.walau keperluan air setiap orang tidak sama menurut Profesor Hiromi Shinya Md, ahli enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, upayakan tubuh untuk memperoleh pasokan air 6-8 gelas /hari (1, 5-2 liter ) untuk orang dewasa. Jika tidak, inilah akibat bila malas minum air putih seperti yang ditulis oleh American College of Sports Medicine :

1. Saat pasokan air minim tubuh dapat alami kekurangan air atau dehidrasi. dehidrasi ini mengakibatkan cairan di otak dapat alami penurunan, konsumsi oksigen yang perlunya mengalir ke otak lalu menyusut. mengakibatkan, beberapa sel otak jadi tidak aktif serta berkembang, apalagi dapat menciut.

2. Komposisi otak terdiri atas cairan, serta saat otak tidak memperoleh konsumsi air yang cukup dapat berlangsung masalah manfaat kognitif ( kepandaian ) di otak. otak tidak dapat menggerakkan manfaat wajarnya lagi, terlebih manfaat kognitif yang selanjutnya membuat seseorang jadi lemot, mudah lupa, serta tidak konsentrasi.

3. Dehidrasi yang dihadapi tubuh dapat mengakibatkan tanda-tanda dimulai dari yang mudah serta tengah layaknya capek, haus, tenggorokan kering, badan panas, sakit kepala, air kencing pekat, denyut nadi cepat, sampai tanda-tanda berat layaknya halusinasi serta kematian.

4. Rawan terkena infeksi kandung kemih dikarenakan bakteri tidak dapat keluar akibat kurang minum. tanda-tanda infeksi kandung kemih ini dapat berbentuk suhu badan yang sedikit meningkat, rasa nyeri terlebih waktu akhir buang air kecil, perasaan pingin buang air kecil yang tidak bisa ditahan, nyeri tekan diatas tulang kemaluan. kadang waktu ada darah didalam urine.

5. Wanita mesti semakin banyak konsumsi air dikarenakan panjang saluran kemihnya lebih pendek dibanding lelaki. banyak minum air dapat menolong bakteri keluar dari saluran kemih serta kurangi risiko infeksi kandung kemih.

6. Kulit menjadi kusam dikarenakan kurang minum bikin aliran darah kapiler di kulit juga tidak optimal.

7. Kurang minum air putih dapat mengganggu fungsi ginjal, sebab itu air mutlak difungsikan untuk menghindari batu ginjal. dengan cukup air maka komponen pembentuk batu ginjal jadi lebih gampang luruh bersamaaan buang air kecil

:) CMIIW Correct Me If I Wrong

project aquarium menggunakan Adobe CS5

Ciri Khusus Hewan

anda bisa download:

Materi Ciri Khusus Pada Hewan ( Kelas 6 semester 1 ) di sini
Kuis Ciri Khusus Pada Hewan ( Kelas 6 semester 1 ) di sini

SLOW LEARNER:APA DAN BAGAIMANA?

Karakteristik Slow Learner
            Slow learner dapat didefinisikan sebagai anak dengan fungsi kecerdasan yang terbatas.Anak slow learner dapat digolongkan Borderline Intelligence dengan skor IQ (69-89) (dalam skor WISC) Di dalam DSM IV (Michael, 2000) anak yang mengalami slow learner   tidak dapat dimasukkan ke dalam pendidikan berkebutuhan khusus (sekolah luar biasa), tetapi masuk dalam pendidikan formal dengan kebutuhan sekolah inklusif. Di mana anak dengan slow learner dianggap selalu mengalami siklus kegagalan di dalam menyelesaikan mainstream pendidikannya (Shaw, 2010). Di saat dewasa pun anak-anak slow learner tetap mengalami kelemahan dalam kemampuan self-perception dan perilaku belajar mereka sehingga mengalami gangguan perilaku seperti held back dan putus sekolah (Shaw, 2010).   Akan tetapi, bila kondisi ini cepat diatasi dengan intervensi khusus, banyak anak yang memiliki kecerdasan terbatas juga mampu membangun ketrampilan resiliensi untuk mengatasi permasalahan tersebut dan dapat lulus dari sekolah menengah atas sampai dengan menyelesaikan pendidikan tingkat tinggi.

            Shaw (2010) menggambarkan terdapat sejumlah karakteristik dari anak slow learner dibandingkan dengan anak rata-rata seusianya, yaitu:

  1. Kesulitan untuk memahami teknik pembelajaran dengan konsep yang abstrak.
  2. Kesulitan dalam mengubah atau mengeneralisasi keterampilan, pengetahuan, dan strategi belajar, mengadaptasi konsep baru pada situasi yang baru.
  3. Kesulitan secara kognitif untuk mengorganisasikan materi baru, termasuk asimilasi informasi baru atas informasi sebelumnya.
  4. Kesulitan mengalami untuk tata kelola waktu dan penentuan tujuan jangka panjang.
  5. Kesulitan  dalam membangun motivasi akademis atau motivasi berprestasi.
            Oleh karena itu, anak  slow learner membutuhkan dorongan untuk mengatasi academic motivation deficit dan permasalahan self-concept, serta untuk melanjutkan pengembangan keterampilan belajar.  Sehingga siswa dengan slow learner lebih beresiko tinggi terhadap resiko permasalahan perilaku dan kesehatan mental (Shaw, 2010).
Strategi Intervensi Untuk Anak Slow Learner
            Oleh sebab itu metode pembelajaran yang di gunakan untuk anak Slow Learner jelas berbeda dengan anak normal. Di jelaskan bahwa sejumlah strategi umum yang digunakan untuk intervensi  anak yang mengalami slow learner antara lain instruksi aktif dan konkret, advanced organizational strategy,  increased instructional efficiency, dan motivational strategies (Shaw, 2010 hal.13).
            Deskripsi dari strategi dalam pengajaran dan pembelajaran untuk anak dengan slow learner adalah sebagai berikut:
  1. Concrete Instruction . Anak yang mengalami slow learner mengalami kesulitan untuk instruksi berkonsep abstrak. Mereka akan lebih efektif dan belajar lebih baik dengan instruksi berpendekatan: “lihatlah, rasakanlah, sentuhlah, dan lakukanlah” (Shaw, 2010 hal. 14).
  2. Generalization. Siswa dengan kecerdasan terbatas (Borderline intelligence) dapat belajar dan berlatih strategi belajar atau peraturan seperti yang telah diajarkan kepadanya, akan tetapi mereka sangat sulit untuk mengetahui kapan, dimana, dan bagaimana peraturan tersebut diaplikasikan (Shaw, 2010 hal. 14).
  3. Organizing Instruction. Membandingkan informasi-informasi yang dipelajari dengan variasi situasi-situasi baru dengan  meningkatkan generalisasi serta informasi baru kepada informasi sebelumnya, membutuhkan pengetahuan akan meningkatkan penolakan secara fungsional.   Oleh karena itu akan mudah bagi anak yang mengalami slow learner jika menjelaskan materi yang sudah mereka kuasai sebelumnya untuk mempermudah penjelasan materi baru.
  4. Increasing Instructional Efficiency.  Anak dengan kecerdaasan terbatas (Borderline Intelligence) belajar lebih lambat dibandingkan dengan teman-teman seusianya yang berkecerdasan rata-rata.  Anak Borderline Intelligence lebih mudah belajar setiap fakta-fakta yang terbatas dibandingkan temannya karena mereka memiliki kekuatan untuk rote memorization.  Mereka lebih membutuhkan banyak fakta-fakta terbatas untuk memahami sebuah konsep.  Dengan membuat intruksi yang lebih efisien, maka akan memperkecil jurang antara slow learner dan teman seusianya yang berkecerdasan rata-rata.  Untuk memudahkannya dibuatlah instruksi yang terorganisasi dengan baik, seperti  instruksi dengan bantuan komputer (Shaw, 2010 hal. 15).  Tipe lingkungan ini memungkinkan slow learner  untuk belajar fakta-fakta terpisah dalam mempelajari generalisasi sehingga mampu mengatasi keterbatasan yang mereka alami.
  5. Academic Motivation.  Dukungan motivasi akademik adalah penting untuk membangun resiliensi akademis dari slow learner. Menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman di dunia nyata membantu mereka melihat keuntungan dari pembelajaran sehingga sangat signifikan sebagai motivator (Shaw, 2010 hal. 15).
  6. Social and Economic Needs.  Anak dengan slow learner sering kali berjuang dengan kegagalan yang kronis, mereka dapat membangun self-concept yang rendah dan memutuskan diri dari lingkungan sekolah.  Hal ini penting untuk mengidentifikasi dan mendorong siswa dengan slow learner dalam kegiatan yang membutuhkan keterampilan yang berbeda dan kekuatan lainnya.  Menggabungkan anak slow learner dengan rekan-rekan dan anggota lainnya dalam kelompok melalui kegiatan di mana anak dengan slow learner berhasil memberikan kontribusi yang signifikan terhadap motivasi dalam pencapaian akademik dan keberhasilan sekolah (Shaw, 2010 hal. 16).
Tips Pengajaran Untuk Anak Dengan Slow Learner.
Bagi orang tua dan guru, berikut ini adalah tips sederhana untuk membantu pembelajaran baik di kelas dan di rumah.  Oleh karena itu diupayakan bentuk pengajaran yang dilakukan menggunakan strategi:
  1. Menggunakan intruksi yang konkret.
  2. Menghasikan kesempatan untuk pengulangan dan latihan yang lebih sering dari keterampilan terpisah atau terbatas yang diaplikasikan kepada tantangan yang berbeda.
  3. Membangun dasar tata kelola waktu (basic time management).
  4. Membuat aktivitas yang mereka sukai. (Shaw, 2010)
Referensi
Michael, F.A. (2000). A Study Guide DSM IV. Washington DC : American Psychiatry
Shaw, S.R. (2010). Rescuing students from the slow learner trap. Principal Leadership. Februari. 2010




 
My Project © 2012 | Designed by LogosDatabase.com, in collaboration with Credit Card Machines, Corporate Headquarters and Motivational Quotes